Tampilkan postingan dengan label Kelautan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelautan. Tampilkan semua postingan

Menyusuri Gugusan Pulau Karang Terindah di Raja Ampat

>> Minggu, 21 Oktober 2012

   
Raja Ampat, Wayak dan Kabui adalah dua Gugusan pulau terindah di Raja Ampat, Papua Barat. Petualangan menyusuri pulau-pulau karang ini tak terlupakan.

Detikcom berkesempatan menyusuri gugusan pulau karang Kabui di Kepulauan Raja Ampat, Papua barat, Jumat (19/10/2012), bersama tim dari Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif, dan rekan-rekan media lain yang diundang memeriahkan Festival Raja Ampat 2012.

Kami mengawali perjalanan menantang ke Kabui dari Pulau Waigeu, pulau yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Raja Ampat. Perjalanan dari Waigeu ke Kabui hanya bisa ditempuh dengan jalur laut.

Read more...

Nelayan Vietnam Pencuri Akar Bahar Kembali Ditangkap

>> Rabu, 26 Agustus 2009


Tanjungpinang (ANTARA News) - Tim gabungan Kecamatan Tambalen, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, kembali menangkap 12 nelayan Vietnam pencuri akar bahar (Antiphates sp), setelah dalam dua bulan terakhir menangkap empat kapal dan 61 anak buah kapal dalam kasus yang sama.
"Ke-12 orang anak buah kapal (ABK) kami tangkap di perairan Pulau Manggirai yang berhadapan dengan Pulau Tambelan, Senin (24/8) pukul 09.00 WIB," kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) cabang Tambelan, Syamsuddin, Selasa.

Syamsuddin mengatakan saat dilakukan penangkapan, tiga orang masih di dalam laut sedang menyelam mengambil akar bahar dan sembilan orang lagi berkumpul diatas kapal dengan bobot 30 GT.

"Kami berhasil mengamankan sekitar 50 kilogram akar bahar, beberapa jenis keong besar dan belasan kerang laut yang berukuran besar," ujarnya.

Dia mengatakan, selain mengamankan 12 orang ABK dan 50 kg akar bahar, juga diamankan perlengkapan menyelam, seperti kompresor, selang kompresor untuk pernafasan saat menyelam, serta alat-alat navigasi kapal.

"Kapal dan ABK kami bawa ke Pos Mapolsek Tambelan untuk didata," ujarnya.

Jarak pulau Manggirai dari Tambelan sekitar empat mil laut atau sekitar 15 menit perjalanan dengan kapal cepat.

Ia mengatakan, saat ini masih ada dua kapal berbendera Vietnam yang masih berkeliaran di perairan Tambelan yang dekat dengan laut China Selatan.

"Kami harapkan bantuan kepada pemerintah, agar masalah penjarahan hasil laut oleh nelayan asing menjadi perhatian. Kami masyarakat nelayan akan kehabisan mata pencaharian kalau tempat ikan bertelur tersebut dijarah oleh nelayan asing," ujarnya.

Dia mengatakan, saat ini 12 ABK kapal Vietnam dan barang bukti sudah dibawa ke Polres Bintan dengan menggunakan kapal nelayan.

"Kemungkinan baru besok Rabu akan sampai di Pulau Bintan," tambahnya.(*)

Sumber : antara.co.id ;
ilustrasi (ANTARA/Jessica Wuysang)@

Read more...

Sail Bunaken "Event" Maritim Terbesar Abad 21

Sail Bunaken Event Maritim Terbesar Abad 21

Puluhan yacht melego jangkar di sekitar pelabuhan Aer Tembaga, Bitung (12/8). Sebanyak 150 peserta dari 22 negara meramaikan Yacht Rally Sail Bunaken 2009 yang dimulai dari Darwin, Australia dan berakhir di Bitung, Sulawesi Utara. (ANTARA/Prasetyo Utomo/*)
Manado (ANTARA News) - Sail Bunaken yang melibatkan puluhan negara lengkap dengan kapal perang dan kapal layar, merupakan event maritim terbesar abad 21 yang digelar di perairan Manado dan Bitung, 12-20 Agustus 2009.


"Sail Bunaken merupakan momentum untuk memulihkan citra Indonesia, karena event maritim terbesar di dunia sukses digelar di Manado," kata Dirjen pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Departemen Kelautan dan Perikanan Aji Sularso di Manado, Kamis.

Kegiatan Sail Bunaken dengan mengagendakan Sailing dan Flying Pass berbagai kapal dan pesawat perang, merupakan kegiatan yang jarang dilakukan di dunia.

Provinsi Sulut mendapatkan momentum yang sangat prestisius dengan kegiatan itu, sehingga diharapkan masyarakat setempat mampu mendukung dan menyukseskan kegiatan itu.

Menurutnya, ada dua hal penting terkait pelaksanaan Sail Bunaken di Sulut, yakni potensi kelautan dan sumber daya hayati yang besar, sangat layak dikonversikan untuk kegiatan ekonomi bagi rakyat.

"Bangsa Indonesia bisa mempromosikan potensi yang ada dengan mengundang sejumlah investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia," katanya.

Kemudian, bangsa Indonesia bisa menunjukkan kekuatan pertahanan dan keamanan maritim, sehingga tidak bisa dipandang enteng oleh negara-negara manapun.

"Sudah ada ribuan peserta mancanegara berada di Sulut, berarti mereka mengakui bahwa event internasional di Indonesia diakui," jelasnya. (*)

Sumber : antara.co.id

Read more...

  © Blogger templates Palm by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP